
TYLCV disebarkan atau ditularkan oleh kutu kebul, silverleaf whitefly (SLW) dan oleh perpindahan tanaman seperti pembibitan. Penyakit ini tidak disebarkan melalui benih atau tanah. Tanaman yang terserang penyakit ini berupa penghambatan pertumbuhan (stunted), daun menggulung ke atas atau k eke bawah (upwards atau inwards), daun menjadi kaku atau mengeras dan sering melengkung ke bawah. Bunga mungkin akan layu dan jika berproduksi, buah yang dihasilkan berukuran lebih kecil, kering dan tidak memiliki nilai ekonomis (unmarketable). Tanaman inang lain TYLCV diantaranya adalah: Cabai, Kacang Perancis dan beberapa tanaman penggangu (gulma) serta tanaman hias (ornamental).
Prinsip Pengendalian
Untuk menghindari dan meminimalisir penyebaran TYLCV, jangan memindahkan tanaman inang terinfeksi dari daerah lain ke daerah yang masih bebas dari serangan penyakit dan selalu mengontrol penyebaran whitefly antar tanaman dan antar daerah.
Siklus Hidup Silverleaf whitefly
Serangga Dewasa
Serangga whitefly berukuran kecil, dengan panjang berkisar antara 0,8 hingga 1,2 mm, alat yang dimilikinya berupa stilet untuk menusuk-menghisap dan termasuk serangga yang bisa terbang. Serangga ini memiliki sayap berwarna putih dan tubuh yang berwarna kuning dan berkoloni (berkumpul) di permukaan daun bagian bawah. Populasi yang berlimpah (tinggi) dapat terbentuk dalam waktu tiga sampai empat minggu. Pada musim panas (kemarau) siklus hidup berlangsung selama 18-28 hari, tetapi dapat lebih panjang pada musim dingin, yaitu selama 30-48 hari.
Telur
Telur serangga memiliki ukuran panjang 0,2 mm dan 0,1 mm bulatnya. Telur-telurnya diletakkan di permukaan daun bagian bawah. Masing-masing serangga betina secara acak meletakkan telur sebanyak 50 hingga 400 butir telur (dengan rata-rata 160 butir). Telur yang baru diletakkan berwarna kuning-keputihan selanjutnya berubah warna menjadi agak kecoklatan dan akan menetas setelah tujuh hingga 10 hari. Setelah telur menetas serangga memasuki empat fase nimfa sebelum akhirnya menjadi imago (dewasa).
Crawlers (instar pertama)
Setelah penetasan, muncul instar pertama berwarna kuning-kehijauan, berbentuk datar-oval, nimfa instar pertama memiliki panjang kurang-lebih 0,3 mm. Nimfa bergerak dalam jarak yang dekat kemudian menusuk ke dalam sumber sap di dalam jaringan floem dan tinggai di situ sampai menjadi dewasa.
Nimfa instar ke-2 dan ke-3
Selama dalam stadia berdiam diri serangga bentuk serangga menyerupai sisik halus berbentuk oval tetapi ramping. Pada fase ini serangga tidak memiliki tungkai atau bentuk lain yang khusus dan menghisap sap dari tanaman.
Nimfa instar ke-4 (Pupa). Nimfa instar ke-4 berwarna kuning dan kisaran panjang ukuran antara 0,6 sampai 0,8 mm. Pada akhir masa instar ke-4, serangga menghentikan aktifitas makan dan terjadi perubahan warna menjadi putih-kekuningan.
Dewasa. Dewasa umumnya muncul dari pupa (nimfa instar 4) pada pagi hari, dan yang lebih dulu muncul adalah serangga jantan. Kemunculan serangga dewasa tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi temperature. Serangga dewasa akan muncul lebih cepat jika temperatur tinggi. Kemunculan itu memerlukan kurang lebih empat jam sebelum serangga dapat terbang dan sekitar 10 sampai 12 jam sebelum serangga siap kawin. Dengan demikian menunjukkan bahwa, serangga betina dapat menerima ajakan kawin oleh serangga jantan dalam waktu 10 sampai 12 jam setelah munculnya dewasa dari pupa, yaitu ketika umur jantan lebih tua minimal 10 jam dari betina. Waktu preoviposisi berbeda-beda tergantung temperatur, preoviposisi di lapang akan berlangsung dalam jangka waktu antara satu hingga 22 hari, sedangkan jika dikondisikan pada temperatur yang terkontrol (konstan) antara 16-28 0C preoviposisi akan berlangsung dalam kurun waktu 2-5 hari.
Seks rasio bervariasi antara 0,5 sampai 0,8 betina, dan pada beberapa kasus di lapang dan di kotak serangga, populasi betina dilaporkan lebih dominan. Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa, proporsi anakan betina dipengaruhi oleh suhu. proporsi anakan betina meningkat sejajar dengan meningkatnya suhu. Rasio seks akan meningkat dari 0,60 ke 0,63; 0,69; dan 0,76betina pada temperatur 19, 22, 25 dan 280C
Komentar
Posting Komentar