

Tidak hanya menyerang tanaman cabe, gulma, tanaman sayur yang lain (seperti; tomat, terung, kentang, celery dan letucce), tanaman buah-buahan (pepaya dan nanas) dan tanaman ornamental (krisan, marigols, zinnia, dahlia dan gerbera) dapat juga menjadi inang bagi TSWV.
Virus ini tidak stabil di dalam larutan sap tanaman yang diekstrak. Kemampuan bertahan virus ini hanya berlangsung selama dua hingga lima jam pada suhu kamar. Penambahan agen pereduksi seperti sodium sulfite atau sodium thioglycollate dapat menstabilkan virus di dalam ekstrak tanaman.
Pengendalian penyakit:pengendalian penyakit dapat dilakukan secara kimiawi dengan mengendalikan vektornya, yaitu thrips. Selain itu, penggunaan mulsa perak, pembasmian gulma dan penggunaan varietas tahan juga dapat dilakukan untuk menekan perkembangan serangan penyakit ini.
Referensi:
Komentar
Posting Komentar