
Jarak Sekolah Menengah Atas (SMU/SLTA) saya kurang lebih 16 KM, lbh dri separonya menyusuri jalan di pinggir sungai terpanjang di Pulau Jawa, Kali Brantas. Hampir tdk ada hari tanpa 'nggandol truk' unt brangkat sekolah krn sangat ekonomis, free ga pake bayar!. Bahkan saking panjangnya perjalanan, seragam sekolah saya yg msh basah di jemuran-pun bs kering sesampainya di sekolah.
Saya pny beberapa teman dekat di sekolah, walopun saya kenal hampir smua orang di sekolah krn sekolah kami yg kecil, kelas tiganya hanya terdiri dari satu IPA dan 2 IPS. Beberapa diantara teman2 saya adl. Ari Susanto dan Wisnu Priyono.
Jum'at pagi itu, kendaraan eksklusif saya berhenti skitar 3 kilometer dri sekolah, sdh menjadi kebiasaan para sopir, kalau tdk sarapan ya ganti ban ato isi angin. Begitu-lah nasib para peng'gandol' truk seperti saya. Yg sering karenany saya telat masuk kelas. Bahkan guru BP saya pernah menunjukkan catatan daftar keterlambatan saya itu, dan fantastis! Saya-lah pencetak rekor terpanjang itu!
Mungkin sdh menjadi naluri seorang teman yg sudah bergaul hampir satu tahun. Seakan dia tau kalo di atas bak truk itu ada saya yg terlantar. Temen saya, Ari Susanto tiba-tiba menghentikan motor Honda Astrea-nya. Untuk tahun 1999-2000an, motorny udh termasuk andalan. Dia ini anak Jombang kota, walopun sebenerny rumah dia masih di kampung, Dapur Kejambon namany. Anakny bos, pemilik armada angkutan umum jurusan Jombang-Babat. Walopun karenany dia sering diejek, krn mobilny sdh termasuk butut, tp dia santai-santai saja.
"Eh, kok dewe'an (sendirian-red)?" tanyaku, karena biasany dia boncengan sama Wisnu Priyono. Wisnu ini anak Pegawai Negri, rumahny Jombang jg. "gak ngerti, aku ke rumahny katany sdh berangkat, aku ke halte tempat dia nunggu bus, ga' ada juga. Dicucuk pitik paling? (dipatok ayam kali?)" katany. "hahaha.." itu-lah sebagian canda khas kami.
Kami-pun segera meluncur ke sekolah, meminimalkan 'black list' sbg siswa telatan. Sesampainya di kelas 1.3 (kelas 1 ruangan 3) Wisnu memang bener-bener tdk ada, kami tdk mendapati Wisnu. Bingung-lah Ari, mukany menjadi lebih mirip kaya' Mr. Been, dan tentu, karenany jg saya heran. Pdahal waktu sdh menunjukkan bahwa jam pelajaran ekonomi akan segera dimulai, dan seperti biasanya Ibu guru kami ini mengecek kelengkapan anak-anaknya. Presensi, skaligus dipanggilny satu-satu.
Aoww.. Bingung, Wisnu 'terancam'! pikir teman2 kami yg tergolong dlm gerombolan penghuni bangku pojok belakang ini. Merasa bertanggung jawab dgn keadaan, Ari berinisiatif membuatkan surat sakit untk menyelamatkn Wisnu. Saya kemudian dipercaya menyusun redaksiny. Belum sempat surat dilipat, panggilan abjad sdh dekat dgn huruf 'W'. Surat-pun akhrny melayang ke meja Ibu Guru kami tercinta.
Kami menyadari, betapa bodohny tindakn itu. Dengan msh 'perawannya' kondisi kertas dan tak beramplop, berarti juga akan semakin rawan terhadap kecurigaan.
Dibaca-lah surat itu, dan terjadilah apa yg kami kuatirkan. kemudian berkatalah Ibu kami, "siapa yg bikin surat ini? Maju!" saya-pun bergegas menuju meja Ibu kami itu, sambil terbayang "aduh, masalah lagi". Tapi, blm sempat saya bnyk berargumentasi, Ari mengikuti saya di belakang. "maaf Bu, saya yg minta Heri membuat surat" sambil kemudian dia menceritakn kondisi real-ny dgn sdikit berbohong "tadi Wisnu minta tolong dibuatkn surat krn sakit". Saya rasa mungkin ibu sdh cape dgn kami, untk mengakhirinya, ibu berkata. "Nanti kalian menghadap wali kelas ya! sekarang kembali"
Kami-pun kembali ke bangku masing-masing bersiap-siap menerina pelajaran ekonomi yg tertunda. Belum sempat kami rileks di bangku, kami mendengar pintu kelas diketok. "Assalamua'laikum, maaf bu saya terlambat". Katanya, tanpa dikomando orang sekelas pada ketawa cekikik'an. Yaa.. seseorang yg kami ributkan sejak td itu datang, tak dinyana, seolah dia baru lahir tanpa dosa, tak tau apa-apa, seperti bangkit hidup kembali, dia memang Wisnu Priyono. Tokoh Central dlm kasus ini! Satu kelas yg tadinya hening, sontak menjadi riuh. Ibu yg tadinya jengkel hanya melemparkan senyum manisnya. Mungkin, dlm hatinya berkata "anak2-ku, kalian memang bandel. semoga hanya cukup di sini saja, semoga kalian berguna bagi nusa & bangsa, keluarga, masyarakat dan jg agama" amin..
Kini, kami mendapatkn tambahan teman untuk menghadapi wali kelas kami.
hahaha... sebuah loyalitas persahabatan dan kekonyolan..!!
Pemeran Utama: Wisnu Priyono (menurut kabar angin, sempat vakum setaun sblm akhirny kuliah blajar Ilmu Hukum d Univ. Jember, setelah itu menjadi juru warta di sebuah surat kabar ternama, saat ini dia seorang PNS di KemenKumHAM),
Ari Susanto (seorang wiraswastawan sejati, sejak lair dia sdh diajari cara jualan, katanya. Alhamdulillah dan mudah2-an gag jual diri, aminn. Darah enterpreneur itu kini msh mengalir, dan sekarang dia di Balikpapan membesarkan usaha Advertisingny) and
herrysoe (seorang yg menyibukkan diri di jalur Swasta dan dengan pengalaman kerja d 3 perusahaan b'beda dia lg merintis usaha Mandiri dgn tujuan Sukses Mulia-MaSMul-dia menyebutny. sekarang dia lg gawe di Perusahaan
Agrobisnis Sawit di Jakarta. Menikmati hidup dgn kluyuran tiap bulan ke pelosok tanah air Ibu Pertiwi, INDONESIA!!).
Komentar
Posting Komentar